Being 27 years old

Minggu, Juni 05, 2016 1


Yup, nggak terasa hari ini saya sudah berumur 27 tahun. Makasih ya Allah masih diberi kesempatan buat tinggal di bumi-Mu hingga saat ini. FYI, saya nulis postingan ini saat lagi di dalam kereta Sancaka perjalanan dari Yogyakarta ke Surabaya. Tanggal 4 Juni kemarin saya nemenin adik satu-satunya buat ambil tes di UGM. Karena males nyari penginapan sekalian biar hemat juga, akhirnya saya numpang menginap lagi di Kosnya Indah  yang saat ini sudah jadi dosen di UGM. Bisa kepo disini kalau mau tahu tentang liburan saya di Jogja dulu.

Siang jam 1, kami (saya dan adik) sudah tiba di stasiun tugu lanjut sholat dzuhur di musholla sambil leyeh-leyeh. Habis itu langsung ke pasar beringharjo buat cari makan sekalian nyari rok. Tapi nyampek sana malah nggak niat belanja blas saking sumpeknya pasar beringharjo karena lagi weekend dan awal bulan. Selesai makan, kami langsung nyari taksi buat cek lokasi tes besok di SMA Muhammadiyah 2 dan lanjut ke kosnya Indah di daerah Deresan. Ternyata Indah besok dapat tugas jaga mengawasi tes masuk UGM di sekolah SMK (lupa apa nama sekolahnya). Padahal rencananya saya mau minta tolong dia buat nganter adik saya tes. Tapi, untung aja di Yogya sudah ada driver gojek. Jadi saya nggak perlu pusing masalah ini.

Indah cerita besok saat jaga tes dia mau bawa novel “Hujan Bulan Juni” sebagai hiburan, karena pengawas dilarang membawa hp . Saya pun bertanya
"emang kamu punya novel apa aja ndah"
"itu ada beberapa liat aja ke atas lemari" perintah indah

Tiba-tiba mata ini tertumbuk di salah satu novel yang judulnya menarik banget buat dibaca "Marriagable: Gue Mau Nikah Asal..." Baca sinopsis bukunya dibelakang bikin saya ngikik di dalam hati.




Namaku Flory. Usia mendekati tiga puluh dua. Status? Tentu saja single! Karena itu Mamz memutuskan mencarikan Datuk Maringgi abad modern untukku.

“Kenapa, sih, gue jadi nggak normal cuma gara-gara gue belom kawin?!”
“Karena elo punya kantong rahim, Darling,” jawab Dina kalem. 
“Kantong rahim sama kayak susu Ultra. Mereka punya expired date.”
“Yeah,” sahutku sinis. 
“Sementara sperma kayak wine. Masih berlaku untuk jangka waktu yang lama.”

Gimana nggak bikin penasaran coba? itu ceritanya gue banget.. Bayangkan aja saat teman sepermainan cewek di rumah semua sudah pada nikah, dan hanya menyisakan saya seorang yang belum. Tanpa peresmian potong tumpeng dan bunga, saya resmi menyandang gelar spinster di kampung. Belum lagi nyinyiran tetangga yang kadang kepo kapan nikah? Arghhh.. emang kalian mau nanggung biaya nikah gue???  Dan sebulan kedepan pertanyaan klasik ini akan muncul lagi saat kumpul bareng keluarga besar di hari lebaran nanti.

Oke, saya harus baca buku ini. Baru baca beberapa halaman, adik saya bilang haus dan pengen minum es. Akhirnya kami semua turun kebawah (kosnya indah di atas), kebetulan owner kosnya Indah membuka cafe di rumahnya. Yang semula hanya ingin memesan minuman, malah jadi ada tambahan ayam goreng kremes buat adik saya. Kami sepakat untuk menikmati pesanan kami di kamar kos atas. Sedangkan saya memesan minuman es Good Day Cappuchino dan segelas jus jambu untuk Indah.

Pesanan datang, adik saya makan dengan lahapnya (maaf nggak ada pic makanan disini, soalnya adik saya keburu lapar) padahal dari hasil nyicip ayam kremesnya termasuk enak, sambalnya pun nggak terlalu pedas. Kami (saya dan Indah) ngobrol mengenang masa-masa kuliah dulu, sambil berhaha-hihi tentang keadaan teman-teman saat ini. Hingga akhirnya kami sepakat untuk tidur lebih awal karena besok Indah dan adik saya ada tugas penting.

Semalam, saya agak susah tidur, padahal dulu 2 hari tidur disana nggak ada masalah. Akhirnya jam 3 pagi tiba-tiba perut saya mules luar biasa. Aslinya sebelum tidur  sudah merasakan rasa mules ini. Ini pasti gara-gara minum es good day cappuccino. Sebetulnya perut saya nggak bisa diajak kompromi minum kopi, tapi apa daya mulut pengen minum es cappuccino. Pernah dulu punya pengalaman saat coffe break  pelatihan sensus ekonomi saya ambil kopi susu yang kopinya itu pahit dan hitam.  Dan setelah itu selama 2 hari saya selalu ke kamar mandi hanya untuk BAB yang sehari bisa sampe 5x. Untung aja kosnya indah kamar mandinya di dalam.

Lega karena rasa mules menghilang, saya nggak bisa tidur lagi. Ingat kalau novel semalam belum tuntas, akhirnya saya lanjut membaca novel itu. Sudah lama saya nggak pernah membaca novel sejak memilih dunia online as my second world, saya malah lebih keranjingan baca webtoon saat ini.

Novel yang bergenre metropop ini mengisahkan tentang Flory dan para sahabatnya mengenai konsep pernikahan. Banyak hal lucu dan satir yang mungkin dialami oleh para gadis yang berusia di early 30 tahun. Apalagi saat Vadin, si Datuk Maringgi yang akan dijodohkan dengan Flory mulai muncul. Saya jadi semakin sering mesem-mesem sendiri dan ngikik nggak karuan. Melihat tingkah pola Flory yang sangat bodoh dan sia-sia demi menahan gengsinya, tanpa sadar dia mulai suka dan jatuh cinta pada Vadin, padahal Flory lah yang mati-matian menolak perjodohan ini diawal.

Kalau boleh jujur, penulis novel ini sangat cerdas dalam mengolah kata dalam joke yang muncul diantara dialog para sahabat Flory, walaupun novelnya masih bercerita khas tentang Cinderella Story tapi saya bisa menikmati novel ini hingga dibagian pertengahan. Karena, dipertengahan ceritanya mulai sedikit vulgar, dan bikin saya sedikit hot. Kebanyakan novel metropop bahasanya sedikit lebih berat dibandingkan teenlit. Segmen pembacanya pun memang dikhususkan untuk orang dewasa yang sudah mandiri, serupa dengan judul novel ini yang tidak disarankan untuk dibaca oleh para ABG.

Dibagian pertengahan hingga akhir saya dibuat bosan dengan perang dingin antara Flory dan Vadin bahkan ending ceritanya pun bisa sedikit ditebak. Tapi saya cukup puas dengan endingnya karena saya dibuat ketawa nggak karuan dan bukan terkikik lagi. Saat membaca novel ini saya serasa dibawa ke awan saking suka dan menariknya, kemudian dihempaskan ke bumi lalu diajak terbang lagi ke awan.

Yang bikin saya nggak sreg dengan novel ini semua tokoh di dalamnya sangat suka merokok. Setiap kali mereka berkumpul untuk curhat dan bergosip ria selalu ada adegan ngudud. Mungkin karena setting penggambaran lokasi berada di Ibukota, melihat sekumpulan wanita karir muda yang merokok bukan hal tabu lagi.

Yang saya suka dari novel ini tuh sangat quoteable banget. Ini beberapa quote yang sempat saya simpan dan bagus menurut saya.

“Adam dan Hawa. Mereka sangat menakjubkan. Diciptakan dari tulang rusuk yang sama dan entah mengapa memiliki bahasa yang berbeda.”  
“Langit malam yang gelap menciptakan keheningan. Itu menyebabkan manusia merasa kesepian. Rasa kesepianlah yang menggerakkan manusia untuk mencari cinta.” 
 “Focus on where you want to go, not on what you fear”--Anonymous  
“You get married not to be happy but to make each other happy”--Roy I. Smith

Rasanya asyik juga bisa menamatkan novel sebanyak 360an halaman (kalau nggak salah inget sih) dalam waktu 10 jam terpotong dengan kesibukan mandi, sarapan, persiapan mengantar adik saya dengan memesan gojek, dan terakhir saya membersihkan kamar Indah saat dia sudah berangkat tugas jaga. Saya cukup tahu diri, karena saya sudah numpang nginap gratis, jadi saat saya pergi, keadaan kamar harus bersih dan rapi seperti sebelum saya datang.

Membaca novel ini merupakan kado terindah ulang tahun saya. Karena saya bisa ngakak melepas beban galau tentang pernikahan. Because being 27 years old is not your end of life Fitri... You can still explore your desire by remembering your bucket list. Just reopen your dream book. 

Jam 2 siang saya sudah mulai pesan gojek untuk mengantarkan saya ke Stasiun. Tapi berkali-kali mencoba hasilnya selalu gagal “Sorry Cannot Find Driver” padahal berdasarkan map banyak driver gojek disekitar daerah deresan. Sedikit hopeless aslinya, dan berencana naik taksi aja soalnya jam sudah menunjukkan pukul 15.30 WIB. Akhirnya saya di telepon CS Gojek Jakarta mengenai order saya, apa mau dilanjutkan atau cancel. Tentu saja saya memilih untuk melanjutkan.

Untung saja saya tetap memilih Go-Jek. Ternyata jalan menuju ke stasiun tugu macet karena banyaknya peserta ujian tes masuk UGM yang berencana pulang naik kereta. Dan abang Go-Jek dengan lihainya memilih lewat jalan pintas walau agak lama. Sadar kalau bakalan susah order gojek untuk menjemput adik saya karena rebutan dengan peserta ujian yang lain, sayapun meminta abang gojek ini secara pribadi untuk menjemput adik saya di SMA 2 Muhammadiyah. Dan mengantarkan ke stasiun Tugu. Karena kereta kami berangkat jam 16.30

Sambil menunggu adik saya datang ke stasiun, saya berkali-kali telepon adik dan abang gojeknya pada nggak ada yang angkat, tambah semakin bikin cemas nggak karuan. Saya banyak berdo’a dan bersholawat agar kami tidak ketinggalan kereta. Dan masih percaya bahwa kami bisa kembali ke Surabaya dengan kereta Sancaka yang sudah lama menunggu. Saya pasrah, kalau pada akhirnya kami tidak bisa balik ke Surabaya. Dan berencana sekali lagi untuk menginap di kosnya Indah. Tepat pukul 16.15 saya melihat sosok yang saya tunggu sejak tadi, kami langsung ke counter check-in. Dan ah, Alhamdulillah saya masih bisa sempat sholat Ashar di Musholla walaupun mepet banget waktunya. Sedangkan untuk sholat magrib dan isya saya jamak takhir aja sesampai di rumah. Mulai dari stasiun Solo Balapan saya mulai tidur dengan pulasnya, tiba-tiba sudah sampai di stasiun Gubeng dan memilih menggunakan taksi untuk pulang ke rumah.

Di hari Ulang Tahun ini, saya mengalami berbagai macam kondisi mulai lonely karena baca novel di pagi buta sendirian, happy and laugh karena bisa ketemu teman lama, vomit karena saya memuntahkan sarapan (lagi masuk angin), nervous gara2 insiden go-jek dan kereta api, dan blessed karena Allah masih mempertemukan saya dengan bulan ramadhan karim ini.

Note: 30% postingan ini ditulis di dalam kereta sisanya ditulis keesokan harinya setelah sholat tarawih.